Powered By Blogger

Rabu, 25 Februari 2009

RINDUKAN DEKAPAN

Setiap hari Yanti termenung sedih. Dilihatnya disekelilingnya tampak beberapa anak seumuran dia sedang asyik bermain bersama orang tuanya. Namun hal itu tidak pernah dirasakan oleh Yanti selama ini. Ia masih kecil, umurnya masih berusia 8 tahun, namun Yanti harus merasakan pedihnya tak mendapat kasih sayang yang penuh dari orang tuanya di usia yang seharusnya Ia merasakan kehangatan kasih sayang dari orang tua pada umumnya. Hal itu sangat mempengaruhi kehidupannya sehari – hari, Yanti menjadi pendiam dan sering melamun. Ia lebih sering duduk sendirian ketimbang bermain bersama teman – teman sebayanya.

Ketika Yanti sedang duduk di tepi sebuah kolam kecil dibelakang rumahnya, tiba – tiba ada suara sedikit parau yang ternyata itu adalah ayah Yanti memanggil – manggil namanya. “ Yanti, sedang apa kamu? Kenapa kamu diam saja disitu? Cepat masuk kerjaan kamu masih banyak!!” kata ayahnya. “ iya sebentar lagi,” jawab Yanti. Yanti pun bergegas masuk kedalam rumah sambil setengah berlari. Setiap harinya yanti diperlakukan seperti seorang pembantu oleh ayahnya sendiri. Yanti terpaksa harus melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring, baju, membersihkan rumah, dan lain – lain. Yanti jadi tidak bisa merasakan indahnya masa kanak – kanak pada umumnya yang seharusnya Ia nikmati di usianya yang masih sangat muda sekali. Ayahnya kerap kali membentak Yanti apabila lalai atau lupa dalam dalam mejalankan perintah dari sang ayah. Perlakuan tersebut ia dapatkan semenjak kepergian sang ibu yang sangat Ia sayangi menghadap Sang Maha Pencipta untuk selama – lamanya. Dari sanalah awal terenggutnya kebahagiaan masa kanak – kanak yang ironisnya diambil oleh sang ayah. Sejak kejadian tersebut ayahnya menjadi gampang marah dan emosi, setiap ada kesalahan selalu ditimpakan kepada Yanti yang kebetulan anak semata wayang.

Setiap harinya Yanti selalu mendapat bentakan dan cercaan dari sang ayah setiap kali dia melakukan sesuatu. Namun apa yang dapat dilakukan oleh Yanti? Yanti tak mampu berbuat banyak untuk hidupnya karena ayahnyalah yang memegang kuasa dalam hidupnya. Hidup Yanti kini ibarat burung di dalam sangkar yang pergerakannya sangat terbatas. Akibatnya senyum Yanti seolah terbungkam rapat akibat dari perlakuan yang menimpa hidupnya selama ini. Kini Yanti hanya mengharapkan belaian kasih sayang sebagai pengobat kesedihan akibat perlakuan ayahnya yang harus Ia rasakan dalam usia yang yang masih sangat muda sekali.

Jumat, 13 Februari 2009

CIRI – CIRI SEORANG PLAYBOY


1. Di awal perkenalan playboy menjadi insan yang paling mulus. Dia adalah cowo yang paling pemberani. Apa aja yang kamu mau semuanya akan dipenuhi, namun harus di ingat semua itu hanya mampu bertahan tidak lebih sebulan. Sedikit demi sedikit playboy akan menunjukkan taringnya.

2. seorang playboy akan bertindak seolah dia punya diut, padahal kere. Kalau ada pun cuma untuk buat trik memikat cewe di awal perkenalan kemudian duit cewe yang abis di porotin si peby alias playboy.

3. Lelaki kasanova tidak pernah patuh pada janji, liat aja setiap kali cewe diajak ngedate, siapa yang akan sampai dahulu? Pasti si peby.


4. Sering beri berbagai alasan padahl udah tau dia yang salah, dia juga sering menyalahkan orang lain atas kesalahanya sendiri.

5. Mementingkan penampilan padahal bukan punya dia, yah buat memikat mangsa gitu.

6. Baru kenal bentar udah berani pegang –pegang bagian cewe yang sensitif. Hal itu dilakukan biar cewe jadi mabuk kepayang soalnya cewe kan kalu disemtuh suka merinding.


7. Apabila jalan keluar, peby suka sok jantan di depan cewe. Ada masanya dia akan menegur perempuan lain dengan ramah di depan cewenya. Tujuannya buat ngebuktiin sama cewenya kalo dia tidak maen belakang dari cewenya. Hal itu termasuk bagus dilihat dari sisi keramahan pada semua orang, tapi ini beda tujuan, dasra playboy.

8. Setelah jalan sebulanan, peby biasanya berani minta uang, alasannya minjem. Padahal untuk keperluan yang ga penting, tapi berkat kata – kata manisnya sic ewe bias ketipu, hati – hati lho…

9. Lelaki casanova biasanya punya wajah yang lumayan tampan, sebab itulah cewe gampang luluh dan takluk di depan peby. Jangan gampang percaya dan tergoda sama wajah yang cakep tapi liat kesungguhan yang bener – bener dari hati.

10. si peby pasti jarang cerita tentang keluarganya apalagi buat ngajak cewe nemuin ortunya, ga bakalan tuh, hal inilah yang sering terjadi. Tapi ada kalanya si playboy ngajak tapi Cuma dimulut doank alias omdo (omong doank).


WAHAI KAUM HAWA, WASPADALAH TERHADAP PLAYBOY YANG SEKARANG BERKELIARAN MENCARI MANGSA HANYA UNTUK KEPUASAN SESAAT SAJA.

Rabu, 04 Februari 2009

Resensi buku “Death Note”
! KEMATIAN DI ATAS KERTAS !


Ditulis oleh Tsugumi Ohba dan diilustrasikan oleh Takeshi Obata. Death Note pertama kali ditulis dan akhirnya dibuatkan filmnya.
Novel ini menceritakan seorang pemuda kuliahan yang bernama Light Yagami yang memiliki buku catatan supernatural dan disebut dengan “Death Note.” Siapapun orangnya yang memegang buku “Death Note” akan dapat melihat Shinigami dengan sosok yang menakutkan dan lebih dikenal dengan sebutan “Dewa Kematian.” walaupun berwujud menakutkan namun terkadang bertindak konyol.




Beberapa aturan yang ada di dalam “Death Note” antara lain :
• Manusia yang tertulis namanya di dalam “Death Note” maka akan mati.
• “Death Note” tidak akan berfungsi sampai si penulis bisa membayangkan wajah korbannya menulis nama korbannya.
• Jika penyebab kematian ditulis dalam 40 detik setelah menulis nama korbannya maka kematian pun akan terjadi.
• Jika penyebab kematian tidak ditulis maka otomatis korbannya akan mati karena serangan jantung.
• Jika menulis penyebab kematian si korban, detail kematiannya harus ditulis dalam 6 menit 40 detik kemudian.



Light Yagami alias Kira merupakan pemuda yang cerdas dan memiliki ambisi untuk menghapus seluruh kriminalitas yang ada di muka bumi ini dan kebetulan dia merupakan anak dari kepala kepolisian. Light juga merupakan seorang pemuda yang pemberani karena hanya dirinya yang tidak takut saat bertemu dengan Shinigami (Dewa Kematian).
Shinigami yang keluar dari buku “Death Note” yang dimiliki oleh Light Yagami bernama Ryuk, Ryuk mempunyai kekhasan yaitu hanya memakan apel. Light tidak menyia-nyiakan “Death Note” yang dimilikinya. Setiap penjahat yang dia ketahui dari berita televisi, baik itu hanya tersangka maupun terdakwa pasti akan dibunuhnya melalui “Death Note.” Tak lama kemudian, dunia luarpun mulai mencurigai akan kematian beruntun yang menimpa para kriminal yang diakibatkan serangan jantung mendadak.


Akhirnya mulailah disebut - sebut Kira sebagai dalang dari semua kejadian aneh tersebut. Untuk menangani kasus ini maka dibuatlah tim investigasi khusus oleh FBI yang diketuai oleh Ayah Light/Kira dan diotaki oleh seorang detektif misterius bernama Lind L Lawliet yang akrab disebut L. Untuk menutupi kejahatan yang dibuatnya, Light membunuh semua agen FBI yang bertugas menyelidiki Kira. Semakin lama ambisi Light berubah dari niatnya menghapus kriminalitas di muka bumi menjadi menguasai dunia. Selanjutnya yang terjadi adalah pertempuran antara Kira (Light Yagami) dan L. Pertempuran itupun menentukan kemenangan dan kematian salah satu dari mereka. Kesulitan Light untuk membunuh L, ambisi Light, kejeniusan L untuk mengetahui pemikiran Kira, analisa L untuk mencari tahu siapa Kira sesungguhnya, membuat cerita ini semakin seru saja untuk diikuti. Berbagai strategi dari Light untuk mengelabui L sangat hebat dan diluar dugaan kita semua. Kemisteriusan L akan menambah rasa penasaran. Ditengah cerita akan muncul “Kira” lainnya yaitu seorang perempuan muda dan merupakan seorang Idol Jepang yang bernama Misa Amane yang membuat cerita semakin menarik.


Ini merupakan cerita yang fantastis dan belum pernah terfikir sebelumnya. Buku ini juga memiliki kelebihan lain, yaitu cerita Trailler dan horror yang di kemas dalam sebuah kisah teka – teki yang penuh dengan unsur kecerdasan dalam bertindak dan benar-benar berbeda dengan cerita novel Jepang yang lainnya. Peran antagonis di cerita ini mampu mengelabui, yang muncul di fikiran kita saat pertama kali menonton.adalah penilaian yang belum pasti dan disaat kita terus mengikuti kisah ini maka maksud dari cerita ini akan terbongkar. Ceritanya tidak ringan dan juga tidak terlalu berat, kisah ini masih bisa dicerna dan malah membuat pembaca / penonton merasa ikut masuk dalam cerita.

Beberapa pelajaran yang dapat dipetik seperti :
1. Jangan sampai termakan oleh ambisi yang menghalalkan segala cara.
2. Jangan melindungi orang bersalah bahkan itupun keluarga terdekat.
Judul buku : RADIO KOMUNITAS
Penulis : Dr. ATIE RACHMIATIE, M. Si.
Penerbit :Simbiosa Rekata Media

BUKU IBARAT JEMBATAN



Buku yang berjudul RADIO KOMUNITAS eskalasi demokratisasi komunikasi dibuat dengan konsep cover yang sederhana namun berkaitan dengan identitas buku yang bertemakan RADIO KOMUNITAS. Pemilihan gambar berupa stasiun pemancar dan penampakan gelombangnya sudah dapat mewakili isi buku yang bertemakan RADIO KUMUNITAS.
Radio merupakan salah satu perangkat penting dalam dunia komunikasi. Bila mencermati realitas keseluruhan komponen yang terlibat dalam proses komunikasi, mulai dari sumber, pesan, media, khalayak sampai feedback, tampak ada ketimpangan dan kesenjangan komunikasi antara kaum elit – nonelit, antara pusat – daerah, antara kota – desa.dari komponen isi pesan juga belum terjadi perubahan mendasar. Media massa lebih didominasi oleh berita – berita politik. Melalui televisi masyarakat lebih memahami segala informasi yang terjadi.
Fakta tersebut mencerminkan bahwa sebagian besar masyarakat khususnya di daerah sangat terbatas untuk dapat mengakses semua informasi yang dibutuhkan. Banyak para ahli komunikasi melakukan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan serangkaian diskusi dengan pimpinan asosiasi radio komunitas di Jawa barat, yang bernama Jaringan Komunitas Indonesia (JRKI) wilayah barat.
Di dalam buku ini di bahas secara garis besar dapat dikemukakan bahwa radio komunitas muncul serentak secara signifikan di pedesaan karena ada dorongan perubahan politik di Indonesia. Keberadaan radio komunitas di pedesaan lebih sebagai inisiator pada wilayah tertutup dan sebagai akselerator pada wilayah terbuka bagi eskalasi demokratisasi komunikasi pola sistematika buku ini dimodifikasi pada bagian – bagian tertentu ini untuk lebih memudahkan pemahaman pembaca. Bab I dan bab II memaparkan teori dan konsep - konsep tentang radio komunitas. Pada bab – bab selanjutnya penulis membuat kombinasi antara teori aplikatif, hasil penelitian analisis dan pembahasan ssecara bergantian. Selain dari pada hal itu buku ini memiliki keunikan daripada buku lain yaitu memiliki penutup dengan kesimpulan serta rekomendasi dari para stakeholder penyiaran komunitas dilihat dari isinya buku ini banyak berpedoman pada sistem diskusi wawancara dan penelitian atau observasi langsung secara cerdas dan gesit dengan melakukan pengamatan terhadap perilaku komunikasi anggota komunitas dalam rapat – rapat desa, pertemuan kelompok tani, pengajian rutin, dan forum – forum lainnya serta banyak mendapat informasi dari banyak ahli komunikasi, professor, guru, kaka, dan sahabat di bidang akademik maupun di bidang non akademik. Sumbangan pemikiran dan pencerahan dari banyak orang tersebut ia rangkum menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi public tidak lain adalah buku. Bukku ini diberi judul RADIO KOMUNITAS untuk mewujudkan demokratisasi komunikasi di Indonesia sehingga masyarakat pedesaan bisa mengakses informasi – inforamasi penting yang di butuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup. Kelebihan lainnya buku ini memberikan pemahaman tentang kehidupan budaya tradisional guna mendorong dan memacu daerah atau kelompok etnis yang juga mempunyai andil dalam pembangunan kebudayaan nasional. Sebelum ke pembahasan tentang RADIO KOMUNITAS, buku ini juga menjelaskan tentang pengertian dan teori DEMOKRATISASI KOMUNIKASI yang terasa asing di telinga kita sebagai pembaca atau pemula yang ingin lebih memahami tentang dunia radio siaran.

Selain dari kelebihan – kelebihan tersebut buku ini juga memiliki kekurangan – kekurangan seperti terlalu banyak pendapat dari para ahli komunikasi sehingga bagi pemula cukup membingungkan pemikiran akibat dari banyaknya apendapat tersebut yang sulit dicerna, sehingga pencapaian pemikiran kearah yang di harapkan akan terhambat. Buku ini juga terlalu jauh “melompat” dari judul buku yang bertajuk RADIO KOMUNITAS. Pemilihan judul terlalu berat dicerna bagi si pembaca terutama paada pembaca pemula sehingga menimbulkan kkurangny minat pembaca untuk mempelajari isi buku sekalipun didalamnya banyak pembahasan – pembahasan
Seharusnya penulis meilih judul yang ringan – ringan saja dan membuat penasaran sehingga pembaca langsung tertarik begitu saja walaupun hanya melihat judulnya saja. Kemudian isinya juga seharusnya jangan terlalu melebar kemana – mana karena, menurut saya isinya terlalu banyak menampilkan pembahasan – pembahasan yang berat sehingga menjadi percuma ibarat “makanan sisa yang terbuang”. Seperti contoh kata pengantar yang sangat panjang, dan pendahuluan yang terlalu panjang pula, hal tersebut dapat mengakibatkan orang yang baru membuka saja sudah langsung jenuh dan enggan untuk mempelajarinya melihat “kata pengantar” dan “pendahuluan” saja sudah panjang, bagaimana isinya!!
Sekali lagi, mungkin sebaiknya dilakukan kembali peninjauan terhadap buku ini karena yang diperlukan pembaca adalah materi bukan kata pengantar dan pendahuluan yang membosankan.