Powered By Blogger

Rabu, 04 Februari 2009

Judul buku : RADIO KOMUNITAS
Penulis : Dr. ATIE RACHMIATIE, M. Si.
Penerbit :Simbiosa Rekata Media

BUKU IBARAT JEMBATAN



Buku yang berjudul RADIO KOMUNITAS eskalasi demokratisasi komunikasi dibuat dengan konsep cover yang sederhana namun berkaitan dengan identitas buku yang bertemakan RADIO KOMUNITAS. Pemilihan gambar berupa stasiun pemancar dan penampakan gelombangnya sudah dapat mewakili isi buku yang bertemakan RADIO KUMUNITAS.
Radio merupakan salah satu perangkat penting dalam dunia komunikasi. Bila mencermati realitas keseluruhan komponen yang terlibat dalam proses komunikasi, mulai dari sumber, pesan, media, khalayak sampai feedback, tampak ada ketimpangan dan kesenjangan komunikasi antara kaum elit – nonelit, antara pusat – daerah, antara kota – desa.dari komponen isi pesan juga belum terjadi perubahan mendasar. Media massa lebih didominasi oleh berita – berita politik. Melalui televisi masyarakat lebih memahami segala informasi yang terjadi.
Fakta tersebut mencerminkan bahwa sebagian besar masyarakat khususnya di daerah sangat terbatas untuk dapat mengakses semua informasi yang dibutuhkan. Banyak para ahli komunikasi melakukan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan serangkaian diskusi dengan pimpinan asosiasi radio komunitas di Jawa barat, yang bernama Jaringan Komunitas Indonesia (JRKI) wilayah barat.
Di dalam buku ini di bahas secara garis besar dapat dikemukakan bahwa radio komunitas muncul serentak secara signifikan di pedesaan karena ada dorongan perubahan politik di Indonesia. Keberadaan radio komunitas di pedesaan lebih sebagai inisiator pada wilayah tertutup dan sebagai akselerator pada wilayah terbuka bagi eskalasi demokratisasi komunikasi pola sistematika buku ini dimodifikasi pada bagian – bagian tertentu ini untuk lebih memudahkan pemahaman pembaca. Bab I dan bab II memaparkan teori dan konsep - konsep tentang radio komunitas. Pada bab – bab selanjutnya penulis membuat kombinasi antara teori aplikatif, hasil penelitian analisis dan pembahasan ssecara bergantian. Selain dari pada hal itu buku ini memiliki keunikan daripada buku lain yaitu memiliki penutup dengan kesimpulan serta rekomendasi dari para stakeholder penyiaran komunitas dilihat dari isinya buku ini banyak berpedoman pada sistem diskusi wawancara dan penelitian atau observasi langsung secara cerdas dan gesit dengan melakukan pengamatan terhadap perilaku komunikasi anggota komunitas dalam rapat – rapat desa, pertemuan kelompok tani, pengajian rutin, dan forum – forum lainnya serta banyak mendapat informasi dari banyak ahli komunikasi, professor, guru, kaka, dan sahabat di bidang akademik maupun di bidang non akademik. Sumbangan pemikiran dan pencerahan dari banyak orang tersebut ia rangkum menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi public tidak lain adalah buku. Bukku ini diberi judul RADIO KOMUNITAS untuk mewujudkan demokratisasi komunikasi di Indonesia sehingga masyarakat pedesaan bisa mengakses informasi – inforamasi penting yang di butuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup. Kelebihan lainnya buku ini memberikan pemahaman tentang kehidupan budaya tradisional guna mendorong dan memacu daerah atau kelompok etnis yang juga mempunyai andil dalam pembangunan kebudayaan nasional. Sebelum ke pembahasan tentang RADIO KOMUNITAS, buku ini juga menjelaskan tentang pengertian dan teori DEMOKRATISASI KOMUNIKASI yang terasa asing di telinga kita sebagai pembaca atau pemula yang ingin lebih memahami tentang dunia radio siaran.

Selain dari kelebihan – kelebihan tersebut buku ini juga memiliki kekurangan – kekurangan seperti terlalu banyak pendapat dari para ahli komunikasi sehingga bagi pemula cukup membingungkan pemikiran akibat dari banyaknya apendapat tersebut yang sulit dicerna, sehingga pencapaian pemikiran kearah yang di harapkan akan terhambat. Buku ini juga terlalu jauh “melompat” dari judul buku yang bertajuk RADIO KOMUNITAS. Pemilihan judul terlalu berat dicerna bagi si pembaca terutama paada pembaca pemula sehingga menimbulkan kkurangny minat pembaca untuk mempelajari isi buku sekalipun didalamnya banyak pembahasan – pembahasan
Seharusnya penulis meilih judul yang ringan – ringan saja dan membuat penasaran sehingga pembaca langsung tertarik begitu saja walaupun hanya melihat judulnya saja. Kemudian isinya juga seharusnya jangan terlalu melebar kemana – mana karena, menurut saya isinya terlalu banyak menampilkan pembahasan – pembahasan yang berat sehingga menjadi percuma ibarat “makanan sisa yang terbuang”. Seperti contoh kata pengantar yang sangat panjang, dan pendahuluan yang terlalu panjang pula, hal tersebut dapat mengakibatkan orang yang baru membuka saja sudah langsung jenuh dan enggan untuk mempelajarinya melihat “kata pengantar” dan “pendahuluan” saja sudah panjang, bagaimana isinya!!
Sekali lagi, mungkin sebaiknya dilakukan kembali peninjauan terhadap buku ini karena yang diperlukan pembaca adalah materi bukan kata pengantar dan pendahuluan yang membosankan.

Tidak ada komentar: