Powered By Blogger

Selasa, 14 Juli 2009

MEMBUAT KARYA LEWAT TULISAN? AYOO!!

Oleh : Boby Roska

Sejak manusia dapat menulis, banyak pengarang, penyair, pujangga telah lahir ke muka bumi ini. Jutaan karya yang telah diciptakan berupa tulisan telah menghiasi dunia ini dengan harga yang sangat mahal. Banyak orang yang terkenal karena hasil tulisannya yang memukau dan mempesona yang dapat mempengaruhi perilaku dan keadaan psikologis manusia.
Menulis adalah suatu karya seni. Dari rangkaian huruf melahirkan beberapa buah kalimat, dan dari beberapa kalimat itu terciptalah berbagai macam keindahan yang dapat mewakili berbagai fenomena yang ada di sekitar kita. Dari tulisan yang tercipta dapat berupa syair, puisi, curahan hati dan lain – lain termasuk artikel yang tanpa disadari bahwa itu adalah bagian dari kehidupan kita sehari – hari.
Banyak orang – orang yang hanya duduk di depan komputer atau laptop kemudian mencurahkan semua isi kepala, pengalaman, dan lain – lain ke dalam sebuah tulisan dapat menghasilkan uang tanpa harus pergi keluar membanting tulang hingga badan pegal – pegal hingga menguras stamina itu dapat diraih hanya dengan sebuah tulisan. Lantas sebenarnya apa yang menjadi benang merah bahwa menulis adalah suatu hal murah namun memiliki nilai jual yang sangat mahal? Kenapa juga orang rela duduk berjam – jam hanya untuk sebuahtulisan yang dapat memberikan keuntungan?

Inilah rahasianya..........................................................

Seperti yang telah disampaikan diatas bahwa orang rela duduk berjam – jam di depan komputer dapat menghasilkan uang ternyata mereka telah mengetahui manfaat yang di dapat dari apa yang mereka lakukan itu. Namun sebelum itu orang yang akan menulis harus memiliki motivasi yang kuat. Perlu diingat bahwa MENULIS KARENA BAKAT ITU ADALAH SALAH, TETAPI MENULIS KARENA ADA KEMAUAN ITULAH YANG BENAR. Semua orang bisa menulis karena semua orang mempunyai inspirasi, semua orang mempunyai pengalaman, semua orang pernah menghasilkan karya dan kesemuanya itu dapat disalurkan lewat TULISAN dengan berbagai macam gaya bahasa tulisan dan penyampaiannya.
Namun bagi seorang pemula tidak perlu merasa khawatir dan kurang merasa percaya diri untuk menulis, kuncinya adalah Menulis tidak punya teori khusus, menulis tidak bisa hanya dengan membaca, menulis tidak bisa hanya dengan mendengar, menulis tidak bisa hanya dengan mengikuti kuliah karena Menulis hanya bisa dengan berlatih menulis, menulis, dan menulis dengan begitu kreativitas menulis akan terasah dengan sendirinya dan tanpa disadari kemampuan menulis akan semakin lancar.
Selain dari itu sebenarnya sederhana sekali kunci utama dari menulis yaitu menyajikan hal ilmiah secara populer dan mudah dimengerti. Untuk mendukung hal itu maka harus tahu apa yang mudah dimengertinya, Diantaranya adalah :
1. mengambil tema yang yang merupakan bagian dari kehidupan manusia sehari – hari.
2. membuat judul yang menarik, unik sekaligus menggambarkan isi, tetapi tidak terlalu panjang.
3. Tiap kalimatnya jangan terlalu panjang namun seefektif mungkin.
4. Sesedikit mungkin menggunakan istilah ilmiah atau akademik yang dapat membosankan dan menjenuhkan pembaca.


Ini adalah ilustrasi untuk memperjelas kenapa orang melakukan kegiatan menulis :













Setiap karya tulis apapun itu pasti berasal dari hal – hal yang ada disekitar kita mulai dari apa yang kita lihat, bayangkan seperti pengalaman, imajinasi dan sebagainya. Berangkat dari hal itu timbulah ide yang disertai kemauan untuk menyalurkan apa yang terjadi disekeliling kita atau bahkan yang berasal dari hasil imajinasi kita sendiri. Selanjutnya kita mulai mencoba mendeskripsikan semuanya dalam bentuk tulisan yang populer dan mudah dipahami. Sederhana bukan?
Meskipun demikian itu semua tidak akan terwujud apabila tidak ada kemauan dari diri sendiri. Setelah kita menciptakan satu saja hasil tulisan kita sendiri, kita akan merasakan kebanggaan tersendiri yang orang lain tidak akan bisa merasakannya. Setelah merasa yakin akan tulisan kita cobalah untuk memasukan tulisan kita itu ke media cetak mudah – mudahan tulisan kita diterima dan uang pun akan mengalir ke tangan kita. Dengan begitu secara sederhana dapat dikatakan bukan kita yang mencari uang tapi orang yang mencari kita untuk memberi uang.
Jadi kembali lagi tidak terlepas dari berlatih menulis terus – menerus agar tulisan yang kita buat dalam bentuk apapun akan semakin mantap dan semakin baik lagi. Sebagai permulaan cobalah menulis tentang deskripsi diri kita sendiri mulai dari keadaan fisik, sifat, karakter dan lain – lain. Sebagai bahan acuannya telah dibahas di atas.
Selamat mencoba, semoga sukses!!!




Nama : Boby Roska P
Alamat : abysadiz@gmail.com
Lahir : Majalengka 12 Desember 1987
Jenis kelamin : laki – laki
Hoby : mencari berita,berkarya, bermusik, olahraga

saya yang masih aktif kuliah di STIKOM Bandung ini kerap kali membuat tulisan namun jarang untuk dipublikasikan dan lebih senang untuk menjadi koleksi sendiri karena memiliki kenikmatan tersendiri bagi dirinya. Melalui artikel yang sederhana ini saya mencoba untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bagaimana agar tulisan kita mendapat penghargaan dan memiliki nilai. Beberapa hasil karya dituangkan dan disebarkan dalam bentuk syair lagu.

Selasa, 31 Maret 2009

MIMPIKU DALAM INDAHNYA KARYAKU

Kisah ini berawal di sebuah bangku Sekolah Menengah Atas dimana saat itu sedang hujan lebat. Aku, Yana, dan Iwa, sedang asyik memandang pepohonan yang terus bergoyang - goyang akibat dari angin dan hujan yang sedang mengguyur cukup besar. salah seorang diantara kita, Yana sedang memeluk gitar kesayangannya yang hampir tiap hari Ia bawa. dalam benakku tiba - tiba tersirat mimpi "sepertinya indah jika aku bisa punya grup band yang terkenal"
perjalanan kisah ini berlanjut saat aku dan teman - temanku memutuskan untuk membuat sebuah grup band agar potensi yang dimiliki dalam bermusik bisa tersalurkan dengan jelas dan terarah. Aku dan teman - teman pun mulai sedikit demi sedikit menciptakan alunan lagu yang sesuai dan selaras dengan hati. kami pun mulai memikirkan nama yang tepat untuk grup band kami. alhasil dengan seiring berjalannya waktu kita sepakat dengan nama "light" yang berarti cahaya dengan 5 personil.
Di tengah perjalanan bermusik, aku mendapati ketidakcocokan antara satu sama lain. aku dan yang lainnya terlibat konflik akibat dari hasutan - hasutan dan permasalahan yang sangat memalukan yang mengharuskan aku dan teman - teman saling bertengkar. pertengkaran ini berlanjut dengan perkelahian fisik satu sama lain. kekecewaan dan penyesalan diri terpancar dari raut wajahku dan teman - temanku. rasa egois dan merasa paling tinggi sangat jelas terlihat dari sorotan mata satu sama lainnya. harapan dan semangatku untuk menjadi sebuah grup band yang terkenal pun sempat menghilang, frustasi berkepanjangan selalu menyelimuti jiwaku dan teman - temanku. Aku terus berfikir dan terus mencoba menghasilkan karya - karya dengan sangat besar harapanku agar ini menjadi kenyataan.
Sekian lama setelah kejadian itu, akupun mencoba untuk berbicara dengan mereka dengan membawa mereka kembali ke mimpi dan cita - cita saat pertama kali ingin menjadi grup band yang terkenal. bujukanku akhirnya membawa mereka kembali bersatu dalam "light" namun konflik selalu saja hadir dalam tubuh kami. kadang akupun tak mengerti apa yang menjadi pemicu ini semua bisa terjadi berulang kali hingga persahabatan kami benar - benar dipertaruhkan.
Saat semua dalam keindahan karena "light" telah dapat diterima oleh semua orang yang mendengarkan aku dan teman - temanku harus mengalami kepahitan dan kekecewaan lagi.konflik pun kembali membentengi aku dan teman - temanku dalam meraih impian dan cita - cita yang selalu kita harapkan dapat terwujud dengan pengorbanan yang alami sekalipun harus meneteskan darah dan keringat dari tubuh ini. Air mata tak terasa menetes dan mengalir di pipiku. salah satu temanku pergi begitu saja tanpa alasan yang logis dan malah memusuhi karena hasutan dari kekasihnya, Ia pergi dengan meninggalkan goresan luka yang sampai saat ini selalu teringat dan terasa perih jika dikenang karena Ia pergi dengan cacian dan mengadu domba diantara aku dan teman - temanku. aku tak habis fikir, sahabatku yang telah mewarnai kisah perjalanan ini tega menggoreskan luka dihatiku dan hati teman - temanku yang lainnya. Tapi aku tak mau menyerah, aku terus memboyong yang lainnya untuk tetap bertahan disini, dalam satu ikatan, satu jiwa, satu rasa dan pengorbanan dalam perjuangan
hingga akhirnya..........................................

Rabu, 25 Maret 2009

KISAH DI SIANG HARI

Hari ini Edi pulang sekolah sendirian. Sohib, sahabatnya yang biasa pulang bersamanya, hari itu sakit. Ia tidak masuk sekolah.
Edi menyusuri jalanan rumahnya. Di sebuah warung makan di pinggir jalan, Edi melihat sebuah mobil. Walawpun kaca mobil itu tertutup, Edi bisa melihat seorang anak perempuan di dalamnya. Anak itu duduk sendiri di belakang. Ia tampak gelisah, bahkan menangis.
Anak perempuan itu lalu tampak menutup wajahnya dengan sapu tangan. Secara tak sadar, Edi terus memperhatikan anak itu. Anak itu juga memperhatikan Edi. Ia seperti ingin berbicara sesuatu ke Edi. Akan tetapi, tiba-tiba muncul dua lelaki dewasadari warung makan. Sepertinya mereka baru selesai makan.
Dua laki-laki dewasa itu masuk ke mobil itu. Yang satu menyetir, yang satunya lagi duduk di belakang di sebelah anak itu. Mobil itu kemudian melaju meninggalkan tempat itu.
Edi baru sadar, ternyata ada sehelai sapu tangan tergeletak di jalan. Di sekitar mobil tadi parkir. Sapu tangan itu berwarna kuning dengan motif bunga. Tampak ada bordir nama Ariessa. Pasti sapu tangan ini milik anak tadi, gumam Edi dalam hati.
”Kalau bertemu anak perempuan itu lagi, akan aku kembalikan,” pikir Edi. Keesokan harinya, di sekolah. Edi mendengar kabar tentang penculikan. Edi langsung teringat pada anak yang kemarin ia lihat. Ia semakin yakin kalau yang diculik adalah anak itu. Setelah ia melihat foto selebaran di papan pengumuman.
Wajah anak di foto itu, sama persis dengan yang dilihat Edi. Nama anak itu Ariessa. Sama seperti bordiran di sapu tangan yang ditemukan Edi.
”Duh sayang aku lupa mencatat nomor mobil itu,” sesal Edi.
“Mobil siapa, Di?” Tanya Sohib penasaran.
Edi segera menceritakan pengalamannya kemarin.
”Oya, aku menemukan sesuatu di tempat kejadian itu!” kata Edi lagi.
Sepulang sekolah, Edi mengajak Sohib ke rumahnya. Ia mengeluarkan sapu tangan milik Ariessa. ”Ini dia yang aku temukan.”
Sohib mengamati saputangan itu. Lalu ia mengendusnya.
”Kok, bau kunyit, ya? Sepertinya setelah makan, ia mengusap mulutnya dengan sapu tangan ini.”
edi lalu berfikir, adakah petunjuk yang berhubungan dengan kunyit. Setelah berfikif beberapa saat, Edi masuk ke kamar mandi. Dibasuhnya sapu tangan itu dengan air sabun. Tiba-tiba muncul deretan huruf berwarna merah membentuk tulisan ”Semut E11.”
”Semut?” gumam Edi dan Sohib bingung.
Beberapa saat kemudian, Sohib berkata, “Kalau tidak salah, Semut adalah kompleks yang ada di dekat kelurahan. Semesta Mutiara, sering disingkat Semut.”
mereka segera mendatangi ketua RT di kelurahan Semesta Mutiara yang bernama Pak Shawad untuk meminta keterangan seputar kompleks perumahan di kelurahan yang bernama Semesta Mutiara pada Pak Shawad. Setelah dirasa memperoleh informasi yang cukup, Edi dan Sohib langsung mendatangi rumah E11 di Semesta Mutiara yang dimaksud.
Sesampainya disana, tanpa fikir panjang mereka langsung masuk ke dalam rumah dengan pintu yang terbuat dari kayu jati berwarna coklat yang terbuka itu, betapa kagetnya mereka ternyata di dalamnya terdapat 5 orang dewasa yang sedang menangis 2 diantaranya adalah orang tua Ariessa.
Edi belum sempat berkata apa-apa tiba-tiba terdengar auman mobil dari luar, semua yang berada di dalam bergegas keluar. Lalu tangis kesedihan pun berubah menjadi tangis bahagia. Bagaimana tidak, ternyata yang mereka lihat adalah Ariessa berdiri dengan 2 lelaki, anak perempuan cantik yang telah 3hari menghilang. 2 lelaki itu ternyata yang menemukan dan menyelamatkan Ariessa lalu mengantarkannya ke rumah orangtuanya. Orang tuanya langsung memeluk Ariessa penuh kebahagiaan.
”Oh ternyata…” ungkap Edi tertahan.
”Ah…syukurlah” ujar Sohib sembari memegang pundak Edi.
Edi dan Sohib pun segera berlalu pergi sambil tersenyum sejenak pada Ariessa dan Ariessa pun membalas senyuman itu dengan mimik bahagia.

Rabu, 25 Februari 2009

RINDUKAN DEKAPAN

Setiap hari Yanti termenung sedih. Dilihatnya disekelilingnya tampak beberapa anak seumuran dia sedang asyik bermain bersama orang tuanya. Namun hal itu tidak pernah dirasakan oleh Yanti selama ini. Ia masih kecil, umurnya masih berusia 8 tahun, namun Yanti harus merasakan pedihnya tak mendapat kasih sayang yang penuh dari orang tuanya di usia yang seharusnya Ia merasakan kehangatan kasih sayang dari orang tua pada umumnya. Hal itu sangat mempengaruhi kehidupannya sehari – hari, Yanti menjadi pendiam dan sering melamun. Ia lebih sering duduk sendirian ketimbang bermain bersama teman – teman sebayanya.

Ketika Yanti sedang duduk di tepi sebuah kolam kecil dibelakang rumahnya, tiba – tiba ada suara sedikit parau yang ternyata itu adalah ayah Yanti memanggil – manggil namanya. “ Yanti, sedang apa kamu? Kenapa kamu diam saja disitu? Cepat masuk kerjaan kamu masih banyak!!” kata ayahnya. “ iya sebentar lagi,” jawab Yanti. Yanti pun bergegas masuk kedalam rumah sambil setengah berlari. Setiap harinya yanti diperlakukan seperti seorang pembantu oleh ayahnya sendiri. Yanti terpaksa harus melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci piring, baju, membersihkan rumah, dan lain – lain. Yanti jadi tidak bisa merasakan indahnya masa kanak – kanak pada umumnya yang seharusnya Ia nikmati di usianya yang masih sangat muda sekali. Ayahnya kerap kali membentak Yanti apabila lalai atau lupa dalam dalam mejalankan perintah dari sang ayah. Perlakuan tersebut ia dapatkan semenjak kepergian sang ibu yang sangat Ia sayangi menghadap Sang Maha Pencipta untuk selama – lamanya. Dari sanalah awal terenggutnya kebahagiaan masa kanak – kanak yang ironisnya diambil oleh sang ayah. Sejak kejadian tersebut ayahnya menjadi gampang marah dan emosi, setiap ada kesalahan selalu ditimpakan kepada Yanti yang kebetulan anak semata wayang.

Setiap harinya Yanti selalu mendapat bentakan dan cercaan dari sang ayah setiap kali dia melakukan sesuatu. Namun apa yang dapat dilakukan oleh Yanti? Yanti tak mampu berbuat banyak untuk hidupnya karena ayahnyalah yang memegang kuasa dalam hidupnya. Hidup Yanti kini ibarat burung di dalam sangkar yang pergerakannya sangat terbatas. Akibatnya senyum Yanti seolah terbungkam rapat akibat dari perlakuan yang menimpa hidupnya selama ini. Kini Yanti hanya mengharapkan belaian kasih sayang sebagai pengobat kesedihan akibat perlakuan ayahnya yang harus Ia rasakan dalam usia yang yang masih sangat muda sekali.

Jumat, 13 Februari 2009

CIRI – CIRI SEORANG PLAYBOY


1. Di awal perkenalan playboy menjadi insan yang paling mulus. Dia adalah cowo yang paling pemberani. Apa aja yang kamu mau semuanya akan dipenuhi, namun harus di ingat semua itu hanya mampu bertahan tidak lebih sebulan. Sedikit demi sedikit playboy akan menunjukkan taringnya.

2. seorang playboy akan bertindak seolah dia punya diut, padahal kere. Kalau ada pun cuma untuk buat trik memikat cewe di awal perkenalan kemudian duit cewe yang abis di porotin si peby alias playboy.

3. Lelaki kasanova tidak pernah patuh pada janji, liat aja setiap kali cewe diajak ngedate, siapa yang akan sampai dahulu? Pasti si peby.


4. Sering beri berbagai alasan padahl udah tau dia yang salah, dia juga sering menyalahkan orang lain atas kesalahanya sendiri.

5. Mementingkan penampilan padahal bukan punya dia, yah buat memikat mangsa gitu.

6. Baru kenal bentar udah berani pegang –pegang bagian cewe yang sensitif. Hal itu dilakukan biar cewe jadi mabuk kepayang soalnya cewe kan kalu disemtuh suka merinding.


7. Apabila jalan keluar, peby suka sok jantan di depan cewe. Ada masanya dia akan menegur perempuan lain dengan ramah di depan cewenya. Tujuannya buat ngebuktiin sama cewenya kalo dia tidak maen belakang dari cewenya. Hal itu termasuk bagus dilihat dari sisi keramahan pada semua orang, tapi ini beda tujuan, dasra playboy.

8. Setelah jalan sebulanan, peby biasanya berani minta uang, alasannya minjem. Padahal untuk keperluan yang ga penting, tapi berkat kata – kata manisnya sic ewe bias ketipu, hati – hati lho…

9. Lelaki casanova biasanya punya wajah yang lumayan tampan, sebab itulah cewe gampang luluh dan takluk di depan peby. Jangan gampang percaya dan tergoda sama wajah yang cakep tapi liat kesungguhan yang bener – bener dari hati.

10. si peby pasti jarang cerita tentang keluarganya apalagi buat ngajak cewe nemuin ortunya, ga bakalan tuh, hal inilah yang sering terjadi. Tapi ada kalanya si playboy ngajak tapi Cuma dimulut doank alias omdo (omong doank).


WAHAI KAUM HAWA, WASPADALAH TERHADAP PLAYBOY YANG SEKARANG BERKELIARAN MENCARI MANGSA HANYA UNTUK KEPUASAN SESAAT SAJA.

Rabu, 04 Februari 2009

Resensi buku “Death Note”
! KEMATIAN DI ATAS KERTAS !


Ditulis oleh Tsugumi Ohba dan diilustrasikan oleh Takeshi Obata. Death Note pertama kali ditulis dan akhirnya dibuatkan filmnya.
Novel ini menceritakan seorang pemuda kuliahan yang bernama Light Yagami yang memiliki buku catatan supernatural dan disebut dengan “Death Note.” Siapapun orangnya yang memegang buku “Death Note” akan dapat melihat Shinigami dengan sosok yang menakutkan dan lebih dikenal dengan sebutan “Dewa Kematian.” walaupun berwujud menakutkan namun terkadang bertindak konyol.




Beberapa aturan yang ada di dalam “Death Note” antara lain :
• Manusia yang tertulis namanya di dalam “Death Note” maka akan mati.
• “Death Note” tidak akan berfungsi sampai si penulis bisa membayangkan wajah korbannya menulis nama korbannya.
• Jika penyebab kematian ditulis dalam 40 detik setelah menulis nama korbannya maka kematian pun akan terjadi.
• Jika penyebab kematian tidak ditulis maka otomatis korbannya akan mati karena serangan jantung.
• Jika menulis penyebab kematian si korban, detail kematiannya harus ditulis dalam 6 menit 40 detik kemudian.



Light Yagami alias Kira merupakan pemuda yang cerdas dan memiliki ambisi untuk menghapus seluruh kriminalitas yang ada di muka bumi ini dan kebetulan dia merupakan anak dari kepala kepolisian. Light juga merupakan seorang pemuda yang pemberani karena hanya dirinya yang tidak takut saat bertemu dengan Shinigami (Dewa Kematian).
Shinigami yang keluar dari buku “Death Note” yang dimiliki oleh Light Yagami bernama Ryuk, Ryuk mempunyai kekhasan yaitu hanya memakan apel. Light tidak menyia-nyiakan “Death Note” yang dimilikinya. Setiap penjahat yang dia ketahui dari berita televisi, baik itu hanya tersangka maupun terdakwa pasti akan dibunuhnya melalui “Death Note.” Tak lama kemudian, dunia luarpun mulai mencurigai akan kematian beruntun yang menimpa para kriminal yang diakibatkan serangan jantung mendadak.


Akhirnya mulailah disebut - sebut Kira sebagai dalang dari semua kejadian aneh tersebut. Untuk menangani kasus ini maka dibuatlah tim investigasi khusus oleh FBI yang diketuai oleh Ayah Light/Kira dan diotaki oleh seorang detektif misterius bernama Lind L Lawliet yang akrab disebut L. Untuk menutupi kejahatan yang dibuatnya, Light membunuh semua agen FBI yang bertugas menyelidiki Kira. Semakin lama ambisi Light berubah dari niatnya menghapus kriminalitas di muka bumi menjadi menguasai dunia. Selanjutnya yang terjadi adalah pertempuran antara Kira (Light Yagami) dan L. Pertempuran itupun menentukan kemenangan dan kematian salah satu dari mereka. Kesulitan Light untuk membunuh L, ambisi Light, kejeniusan L untuk mengetahui pemikiran Kira, analisa L untuk mencari tahu siapa Kira sesungguhnya, membuat cerita ini semakin seru saja untuk diikuti. Berbagai strategi dari Light untuk mengelabui L sangat hebat dan diluar dugaan kita semua. Kemisteriusan L akan menambah rasa penasaran. Ditengah cerita akan muncul “Kira” lainnya yaitu seorang perempuan muda dan merupakan seorang Idol Jepang yang bernama Misa Amane yang membuat cerita semakin menarik.


Ini merupakan cerita yang fantastis dan belum pernah terfikir sebelumnya. Buku ini juga memiliki kelebihan lain, yaitu cerita Trailler dan horror yang di kemas dalam sebuah kisah teka – teki yang penuh dengan unsur kecerdasan dalam bertindak dan benar-benar berbeda dengan cerita novel Jepang yang lainnya. Peran antagonis di cerita ini mampu mengelabui, yang muncul di fikiran kita saat pertama kali menonton.adalah penilaian yang belum pasti dan disaat kita terus mengikuti kisah ini maka maksud dari cerita ini akan terbongkar. Ceritanya tidak ringan dan juga tidak terlalu berat, kisah ini masih bisa dicerna dan malah membuat pembaca / penonton merasa ikut masuk dalam cerita.

Beberapa pelajaran yang dapat dipetik seperti :
1. Jangan sampai termakan oleh ambisi yang menghalalkan segala cara.
2. Jangan melindungi orang bersalah bahkan itupun keluarga terdekat.
Judul buku : RADIO KOMUNITAS
Penulis : Dr. ATIE RACHMIATIE, M. Si.
Penerbit :Simbiosa Rekata Media

BUKU IBARAT JEMBATAN



Buku yang berjudul RADIO KOMUNITAS eskalasi demokratisasi komunikasi dibuat dengan konsep cover yang sederhana namun berkaitan dengan identitas buku yang bertemakan RADIO KOMUNITAS. Pemilihan gambar berupa stasiun pemancar dan penampakan gelombangnya sudah dapat mewakili isi buku yang bertemakan RADIO KUMUNITAS.
Radio merupakan salah satu perangkat penting dalam dunia komunikasi. Bila mencermati realitas keseluruhan komponen yang terlibat dalam proses komunikasi, mulai dari sumber, pesan, media, khalayak sampai feedback, tampak ada ketimpangan dan kesenjangan komunikasi antara kaum elit – nonelit, antara pusat – daerah, antara kota – desa.dari komponen isi pesan juga belum terjadi perubahan mendasar. Media massa lebih didominasi oleh berita – berita politik. Melalui televisi masyarakat lebih memahami segala informasi yang terjadi.
Fakta tersebut mencerminkan bahwa sebagian besar masyarakat khususnya di daerah sangat terbatas untuk dapat mengakses semua informasi yang dibutuhkan. Banyak para ahli komunikasi melakukan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan serangkaian diskusi dengan pimpinan asosiasi radio komunitas di Jawa barat, yang bernama Jaringan Komunitas Indonesia (JRKI) wilayah barat.
Di dalam buku ini di bahas secara garis besar dapat dikemukakan bahwa radio komunitas muncul serentak secara signifikan di pedesaan karena ada dorongan perubahan politik di Indonesia. Keberadaan radio komunitas di pedesaan lebih sebagai inisiator pada wilayah tertutup dan sebagai akselerator pada wilayah terbuka bagi eskalasi demokratisasi komunikasi pola sistematika buku ini dimodifikasi pada bagian – bagian tertentu ini untuk lebih memudahkan pemahaman pembaca. Bab I dan bab II memaparkan teori dan konsep - konsep tentang radio komunitas. Pada bab – bab selanjutnya penulis membuat kombinasi antara teori aplikatif, hasil penelitian analisis dan pembahasan ssecara bergantian. Selain dari pada hal itu buku ini memiliki keunikan daripada buku lain yaitu memiliki penutup dengan kesimpulan serta rekomendasi dari para stakeholder penyiaran komunitas dilihat dari isinya buku ini banyak berpedoman pada sistem diskusi wawancara dan penelitian atau observasi langsung secara cerdas dan gesit dengan melakukan pengamatan terhadap perilaku komunikasi anggota komunitas dalam rapat – rapat desa, pertemuan kelompok tani, pengajian rutin, dan forum – forum lainnya serta banyak mendapat informasi dari banyak ahli komunikasi, professor, guru, kaka, dan sahabat di bidang akademik maupun di bidang non akademik. Sumbangan pemikiran dan pencerahan dari banyak orang tersebut ia rangkum menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi public tidak lain adalah buku. Bukku ini diberi judul RADIO KOMUNITAS untuk mewujudkan demokratisasi komunikasi di Indonesia sehingga masyarakat pedesaan bisa mengakses informasi – inforamasi penting yang di butuhkan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup. Kelebihan lainnya buku ini memberikan pemahaman tentang kehidupan budaya tradisional guna mendorong dan memacu daerah atau kelompok etnis yang juga mempunyai andil dalam pembangunan kebudayaan nasional. Sebelum ke pembahasan tentang RADIO KOMUNITAS, buku ini juga menjelaskan tentang pengertian dan teori DEMOKRATISASI KOMUNIKASI yang terasa asing di telinga kita sebagai pembaca atau pemula yang ingin lebih memahami tentang dunia radio siaran.

Selain dari kelebihan – kelebihan tersebut buku ini juga memiliki kekurangan – kekurangan seperti terlalu banyak pendapat dari para ahli komunikasi sehingga bagi pemula cukup membingungkan pemikiran akibat dari banyaknya apendapat tersebut yang sulit dicerna, sehingga pencapaian pemikiran kearah yang di harapkan akan terhambat. Buku ini juga terlalu jauh “melompat” dari judul buku yang bertajuk RADIO KOMUNITAS. Pemilihan judul terlalu berat dicerna bagi si pembaca terutama paada pembaca pemula sehingga menimbulkan kkurangny minat pembaca untuk mempelajari isi buku sekalipun didalamnya banyak pembahasan – pembahasan
Seharusnya penulis meilih judul yang ringan – ringan saja dan membuat penasaran sehingga pembaca langsung tertarik begitu saja walaupun hanya melihat judulnya saja. Kemudian isinya juga seharusnya jangan terlalu melebar kemana – mana karena, menurut saya isinya terlalu banyak menampilkan pembahasan – pembahasan yang berat sehingga menjadi percuma ibarat “makanan sisa yang terbuang”. Seperti contoh kata pengantar yang sangat panjang, dan pendahuluan yang terlalu panjang pula, hal tersebut dapat mengakibatkan orang yang baru membuka saja sudah langsung jenuh dan enggan untuk mempelajarinya melihat “kata pengantar” dan “pendahuluan” saja sudah panjang, bagaimana isinya!!
Sekali lagi, mungkin sebaiknya dilakukan kembali peninjauan terhadap buku ini karena yang diperlukan pembaca adalah materi bukan kata pengantar dan pendahuluan yang membosankan.