Kisah ini berawal di sebuah bangku Sekolah Menengah Atas dimana saat itu sedang hujan lebat. Aku, Yana, dan Iwa, sedang asyik memandang pepohonan yang terus bergoyang - goyang akibat dari angin dan hujan yang sedang mengguyur cukup besar. salah seorang diantara kita, Yana sedang memeluk gitar kesayangannya yang hampir tiap hari Ia bawa. dalam benakku tiba - tiba tersirat mimpi "sepertinya indah jika aku bisa punya grup band yang terkenal"
perjalanan kisah ini berlanjut saat aku dan teman - temanku memutuskan untuk membuat sebuah grup band agar potensi yang dimiliki dalam bermusik bisa tersalurkan dengan jelas dan terarah. Aku dan teman - teman pun mulai sedikit demi sedikit menciptakan alunan lagu yang sesuai dan selaras dengan hati. kami pun mulai memikirkan nama yang tepat untuk grup band kami. alhasil dengan seiring berjalannya waktu kita sepakat dengan nama "light" yang berarti cahaya dengan 5 personil.
Di tengah perjalanan bermusik, aku mendapati ketidakcocokan antara satu sama lain. aku dan yang lainnya terlibat konflik akibat dari hasutan - hasutan dan permasalahan yang sangat memalukan yang mengharuskan aku dan teman - teman saling bertengkar. pertengkaran ini berlanjut dengan perkelahian fisik satu sama lain. kekecewaan dan penyesalan diri terpancar dari raut wajahku dan teman - temanku. rasa egois dan merasa paling tinggi sangat jelas terlihat dari sorotan mata satu sama lainnya. harapan dan semangatku untuk menjadi sebuah grup band yang terkenal pun sempat menghilang, frustasi berkepanjangan selalu menyelimuti jiwaku dan teman - temanku. Aku terus berfikir dan terus mencoba menghasilkan karya - karya dengan sangat besar harapanku agar ini menjadi kenyataan.
Sekian lama setelah kejadian itu, akupun mencoba untuk berbicara dengan mereka dengan membawa mereka kembali ke mimpi dan cita - cita saat pertama kali ingin menjadi grup band yang terkenal. bujukanku akhirnya membawa mereka kembali bersatu dalam "light" namun konflik selalu saja hadir dalam tubuh kami. kadang akupun tak mengerti apa yang menjadi pemicu ini semua bisa terjadi berulang kali hingga persahabatan kami benar - benar dipertaruhkan.
Saat semua dalam keindahan karena "light" telah dapat diterima oleh semua orang yang mendengarkan aku dan teman - temanku harus mengalami kepahitan dan kekecewaan lagi.konflik pun kembali membentengi aku dan teman - temanku dalam meraih impian dan cita - cita yang selalu kita harapkan dapat terwujud dengan pengorbanan yang alami sekalipun harus meneteskan darah dan keringat dari tubuh ini. Air mata tak terasa menetes dan mengalir di pipiku. salah satu temanku pergi begitu saja tanpa alasan yang logis dan malah memusuhi karena hasutan dari kekasihnya, Ia pergi dengan meninggalkan goresan luka yang sampai saat ini selalu teringat dan terasa perih jika dikenang karena Ia pergi dengan cacian dan mengadu domba diantara aku dan teman - temanku. aku tak habis fikir, sahabatku yang telah mewarnai kisah perjalanan ini tega menggoreskan luka dihatiku dan hati teman - temanku yang lainnya. Tapi aku tak mau menyerah, aku terus memboyong yang lainnya untuk tetap bertahan disini, dalam satu ikatan, satu jiwa, satu rasa dan pengorbanan dalam perjuangan
hingga akhirnya..........................................

Tidak ada komentar:
Posting Komentar